News Malinau — Sejumlah titik jalan di Kabupaten Malinau kembali terpantau rawan menjadi lokasi aksi balap liar, terutama pada malam hari. Aktivitas tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Kondisi ini mendorong warga untuk meminta langkah tegas dari aparat kepolisian demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Lokasi-Lokasi yang Kerap Dijadikan Ajang Balap Liar
Beberapa ruas jalan yang dilaporkan sering dijadikan arena balap liar berada di kawasan pusat kota dan jalur menuju permukiman. Kendaraan roda dua biasanya berkumpul pada malam hari, terutama pada akhir pekan, lalu memanfaatkan kondisi jalan yang relatif sepi untuk melakukan aksi kebut-kebutan.
Baca Juga : BPS Bongkar Pola Perilaku Merokok di Malinau 2025
Menurut sejumlah warga yang tinggal di sekitar jalur tersebut, suara knalpot bising dan kerumunan remaja sering terdengar hingga larut malam. Mereka mengaku resah, terutama karena aktivitas itu berlangsung tanpa pengawasan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal.
“Kami takut ada kecelakaan. Mereka biasanya melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak memperhatikan pengguna jalan lain,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kekhawatiran Masyarakat Meningkat
Selain membahayakan keselamatan diri sendiri, aksi balap liar juga dinilai mengganggu kenyamanan umum. Banyak warga merasa tidak aman ketika harus melintas pada jam-jam tertentu, terutama di lokasi yang sering dijadikan titik kumpul pelaku balap liar.
Orang tua yang tinggal di sekitar kawasan tersebut juga khawatir anak-anak mereka terpengaruh untuk ikut-ikutan. “Kami tidak ingin anak-anak muda di sini terjerumus hal negatif. Apalagi risikonya sangat besar,” ujar seorang tokoh masyarakat di Malinau Kota.
Polres Malinau Diminta Tindak Tegas
Melihat meningkatnya keresahan publik, warga meminta Polres Malinau untuk meningkatkan patroli, terutama pada jam rawan terjadinya balap liar. Penindakan yang lebih tegas dinilai penting untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.
Sejumlah warga juga mengusulkan agar pemerintah daerah memasang penerangan tambahan serta papan imbauan di titik-titik rawan, sehingga dapat mengurangi potensi aksi tersebut.
Polres Malinau sebelumnya telah melakukan beberapa operasi penertiban kendaraan yang menggunakan knalpot brong, namun warga berharap pengawasan dapat lebih konsisten dan terfokus pada pencegahan balap liar.
Ajak Peran Aktif Orang Tua dan Komunitas
Selain penindakan, warga dan tokoh masyarakat menilai pentingnya peran orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak remaja. Komunitas motor yang sah juga diminta terlibat dalam memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara.
Balap liar bukan hanya tindakan yang berbahaya, tetapi juga melanggar hukum. Dengan sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan fenomena ini dapat ditekan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Malinau.







