, ,

Generasi Muda Malinau Lawan Korupsi dengan Seni Mural Kreatif

by -131 Views

News Malinau – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2025, Pemkab Malinau menggelar lomba mural kreatif yang diikuti oleh pelajar SMA se-Kabupaten Malinau. Lomba ini berlangsung di Siring Beton PDAM, Desa Kuala Lapang, dengan tema utama ‘Bersama Lawan Korupsi, Bersama Lindungi Malinau’, menampilkan kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan anti-korupsi melalui seni visual.

MURAL SENI LAWAN KORUPSI | ANTARA Foto
Generasi Muda Malinau Lawan Korupsi dengan Seni Mural Kreatif

Kreativitas Pelajar dalam Melawan Korupsi

Salah satu mural yang menarik perhatian publik adalah karya siswa SMA yang menggambarkan ‘Burung Enggang Gebuk Tikus Koruptor’. Lukisan ini menjadi simbol perlawanan masyarakat Malinau terhadap praktik korupsi, dengan burung enggang sebagai ikon daerah yang kuat dan teguh, melawan tikus yang melambangkan koruptor.

Baca Juga : Mural Anti Korupsi di Malinau Bikin Publik Tersentak

“Kami ingin melalui mural ini menunjukkan bahwa generasi muda Malinau menolak korupsi dan siap menjaga daerah dari praktik-praktik merugikan masyarakat,” ujar Rina Sari, salah satu pelajar pembuat mural.

Lomba Mural dan Pesan Edukatif

Lomba mural ini menekankan pendidikan antikorupsi melalui seni. Setiap peserta diwajibkan menyampaikan pesan yang kuat terkait kejujuran, transparansi, dan perlawanan terhadap korupsi. Bupati Malinau, Drs. H. Taufik Rahman, hadir untuk memberikan apresiasi kepada peserta dan menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun budaya anti-korupsi.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa korupsi bukan hanya merugikan pemerintah, tetapi juga masyarakat luas. Kreativitas dan pesan yang disampaikan melalui mural ini sangat efektif untuk edukasi publik,” ujar Bupati Taufik.

Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Selain pemerintah daerah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perwakilan Kalimantan Utara, yang turut hadir untuk memberikan pembekalan terkait integritas dan etika publik kepada peserta. Warga yang berkunjung ke lokasi lomba juga terlihat antusias melihat karya-karya mural yang sarat pesan moral dan edukatif.

Kepala Dinas Pendidikan Malinau, Herman Putra, mengatakan bahwa lomba mural menjadi salah satu media efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi pada pelajar, sehingga mereka menjadi agen perubahan di lingkungannya.

Harapan dan Dampak Positif

Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kreativitas seni, tetapi juga menanamkan kesadaran hukum dan etika di kalangan pelajar. Mural yang telah dibuat akan dipamerkan di berbagai tempat publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Malinau terhadap pentingnya memberantas korupsi.

“Kami berharap generasi muda Malinau dapat menjadi teladan dalam menjaga integritas, serta menginspirasi masyarakat luas untuk selalu menolak praktik korupsi,” tutup Bupati Taufik.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.