News Malinau — Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, kembali menunjukkan potensi besar sektor pertaniannya melalui varietas manggis unggulan yang dikenal dengan nama Manggis Malinau. Buah yang berasal dari Desa Tanjung Belimbing ini semakin populer karena kualitasnya yang istimewa, baik dari segi rasa maupun daya simpan, sehingga mulai dilirik pasar regional maupun nasional.

Cita Rasa Manis Asam Seimbang
Petani di Desa Tanjung Belimbing menyebut manggis lokal tersebut memiliki karakter berbeda dari varietas lain. Ukurannya relatif seragam, kulitnya lebih halus, dan daging buahnya lebih tebal.
Baca Juga : Pagu Efektif DIPA Kementerian PU Naik Rp23,21 Triliun
Ketua Kelompok Tani Belimbing Jaya, Arman, menjelaskan bahwa manggis Malinau memiliki tingkat kemanisan tinggi dengan sedikit sentuhan rasa asam, sehingga disukai konsumen.
“Kami menyebutnya manggis premium. Banyak pembeli bilang rasanya lebih manis dibanding manggis dari daerah lain,” ujarnya di kebun miliknya.
Keunggulan lainnya adalah ketahanan buah yang lebih lama setelah dipetik, sehingga memudahkan proses distribusi ke luar daerah.
Dilirik Pasar, Produksi Meningkat
Saat ini, manggis Malinau mulai dipasarkan ke Tanjung Selor, Tarakan, dan beberapa kota di Kalimantan Timur. Permintaan yang terus naik membuat petani meningkatkan luasan tanam dan mengoptimalkan pola pemeliharaan.
Menurut data Dinas Pertanian Malinau, produksi manggis tahun ini meningkat hampir 25 persen.
Kepala Bidang Hortikultura, Lilis Wati, mengatakan bahwa pemerintah daerah tengah mendorong penguatan branding buah lokal.
“Manggis Malinau berasal dari varietas lokal Tanjung Belimbing yang sudah diuji kualitasnya. Kami akan memperluas pendampingan agar petani mampu memenuhi standar pasar,” ujarnya.
Peluang Ekspor Mulai Dibuka
Selain pasar domestik, peluang ekspor juga mulai ditinjau oleh pemerintah daerah. Beberapa eksportir telah melakukan peninjauan kebun dan uji kualitas buah.
Lilis menyebutkan bahwa manggis Malinau memenuhi beberapa kriteria dasar ekspor, seperti ukuran seragam dan tingkat kemanisan stabil.
“Kalau budidayanya konsisten, ekspor ke Malaysia atau Brunei bisa dibuka dalam dua tahun ke depan,” tambahnya.
Petani Semakin Termotivasi
Petani mengaku semakin semangat mengembangkan komoditas ini. Harga jual yang stabil dan permintaan yang meningkat membuat manggis menjadi salah satu sumber pendapatan menjanjikan.
“Dulu hanya untuk konsumsi lokal. Sekarang banyak agen datang langsung ke kebun,” kata Tomo, salah satu petani muda di Tanjung Belimbing.
Ia berharap pemerintah membantu penyediaan bibit unggul dan fasilitas pascapanen agar kualitas buah tetap terjaga saat dikirim dalam jumlah besar.
Harapan Menjadi Ikon Hortikultura Malinau
Dengan potensi yang terus berkembang, Manggis Malinau dari Tanjung Belimbing diproyeksikan menjadi salah satu ikon hortikultura daerah. Pemerintah daerah menargetkan komoditas ini masuk program pengembangan buah unggulan Kalimantan Utara.
Jika konsistensi budidaya dan penguatan pasar berjalan seimbang, bukan tidak mungkin manggis Malinau akan menjadi komoditas andalan yang membawa nama Malinau ke pasar nasional, bahkan internasional.







