, ,

Rencana Peledakan Sungai Bahau Mundur Jadwal, Pemkab Malinau Pastikan Prosedur Harus Dipenuhi

by -278 Views

News Malinau  — Rencana peledakan batu jeram di Sungai Bahau, Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, yang semula dijadwalkan pekan ini, dipastikan ditunda. Pemerintah Kabupaten Malinau menegaskan bahwa penundaan tersebut dilakukan demi memastikan seluruh aspek teknis, keamanan, dan perizinan terpenuhi sebelum pelaksanaan dilakukan.

Peledakan Giram Sungai Bahau di Malinau Tertunda Akibat Cuaca Ekstrem -  Radar Tarakan
Rencana Peledakan Sungai Bahau Mundur Jadwal, Pemkab Malinau Pastikan Prosedur Harus Dipenuhi

Penundaan untuk Keamanan dan Kesiapan Teknis

Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus, menjelaskan bahwa keputusan menunda peledakan batu jeram diambil setelah hasil evaluasi lapangan menunjukkan perlunya tambahan waktu untuk mematangkan prosedur keselamatan.

Baca Juga : Rumah Lansia di Respen Tubu Malinau Nyaris Ludes Terbakar

“Kami tidak ingin terburu-buru. Keselamatan masyarakat dan petugas adalah prioritas. Ada beberapa persyaratan teknis yang harus dilengkapi agar proses peledakan berjalan aman,” jelas Ernes, Senin (17/11/2025).

Menurutnya, tim teknis dari dinas terkait bersama aparat keamanan masih melakukan pemetaan ulang lokasi, termasuk pengukuran aliran sungai, jarak permukiman, serta potensi dampak terhadap ekosistem sekitar.


Perizinan Tambahan dan Koordinasi dengan Aparat

Ernes menambahkan bahwa penundaan juga berkaitan dengan proses koordinasi perizinan antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta instansi yang berwenang menangani bahan peledak. Prosedur ini wajib dilakukan untuk memastikan semua aktivitas peledakan mengikuti standar nasional.

“Penggunaan bahan peledak memiliki regulasi ketat. Kami harus menunggu rekomendasi dari aparat keamanan dan memastikan dokumen perizinan lengkap,” ujar Ernes.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin mengambil risiko yang dapat membahayakan warga sekitar Sungai Bahau maupun petugas yang berada di lapangan.


Dampak Peledakan untuk Akses Transportasi Sungai

Batu jeram di Sungai Bahau sudah lama menjadi kendala bagi akses transportasi air masyarakat setempat. Banyak warga mengandalkan sungai untuk mobilitas barang dan orang, namun adanya batu besar dan arus deras menyebabkan sejumlah titik sulit dilalui, terutama saat musim kemarau.

Peledakan batu ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membuka jalur sungai agar lebih aman dan layak dilintasi. Rencana ini telah lama ditunggu masyarakat, terutama pelaku transportasi lokal yang berharap perbaikan akses dapat menurunkan biaya logistik di wilayah pedalaman.


Pemkab Pastikan Tidak Ada Penghentian Program

Meski tertunda, Sekda Malinau memastikan bahwa program tersebut tidak dibatalkan. Ia meminta masyarakat agar bersabar dan memahami proses yang harus melalui berbagai tahapan demi keamanan.

“Program tetap berjalan. Penundaan ini justru untuk memastikan hasil yang maksimal tanpa risiko. Setelah semua persyaratan terpenuhi, pelaksanaan akan segera dijadwalkan ulang,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Malinau kini tengah mempercepat proses administrasi dan teknis, dengan harapan peledakan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Masyarakat di Bahau Hulu pun berharap pemecahan batu jeram segera terealisasi, sehingga akses sungai semakin terbuka dan aktivitas ekonomi dapat meningkat.

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.