News Malinau – Sebanyak 26 mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi (STT) Sehati Malinau akhirnya mencapai puncak perjalanan akademik mereka setelah menempuh pendidikan selama empat tahun. Wisuda angkatan pertama tahun 2025 ini digelar pada Rabu (26/11/2025) pagi dan menjadi momen bersejarah bagi Yayasan Pelayanan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (YPPSDM) Sehati Malinau.

Acara wisuda berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Para wisudawan hadir dengan toga akademik, didampingi keluarga serta para tamu undangan dari berbagai denominasi gereja, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan atas lahirnya sarjana-sarjana teologi baru yang dipersiapkan untuk melayani di berbagai bidang pelayanan gerejawi dan sosial masyarakat.
Baca Juga : Pemkab Malinau Gelar Malam Penghargaan dan Penyerahan Bantuan pada HUT ke-26 dan Irau ke-11
Momentum Sejarah bagi STT Sehati Malinau
Ketua YPPSDM Sehati Malinau dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas telah selesainya proses pendidikan angkatan pertama ini. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen kampus, mulai dari pengurus yayasan, dosen, staf akademik, hingga para mahasiswa yang telah menunjukkan komitmen dan integritas selama masa studi.
Ia berharap kehadiran para sarjana teologi lulusan STT Sehati Malinau dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan rohani masyarakat, terutama di wilayah perbatasan seperti Malinau yang membutuhkan sumber daya manusia pelayanan dalam jumlah yang lebih besar.
“Lulusan ini diharapkan menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Mereka bukan hanya siap melayani di gereja, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Pesan Moral dan Harapan untuk Para Wisudawan
Dalam kegiatan wisuda, pihak kampus juga memberikan penghargaan kepada beberapa mahasiswa berprestasi. Para wisudawan kemudian mendapatkan pesan moral agar senantiasa menjaga nilai-nilai kerendahan hati, melayani dengan tulus, serta menjadi pemimpin rohani yang konsisten di masa depan.
Perwakilan dosen menambahkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, sehingga para lulusan perlu memperlengkapi diri secara berkelanjutan. Pelayanan gereja tidak hanya menuntut pengetahuan teologi, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Siap Mengabdi di Berbagai Wilayah Pelayanan
Usai prosesi wisuda, sebagian besar lulusan dikabarkan telah mendapatkan penempatan pelayanan baik di wilayah Malinau maupun daerah lain di Kalimantan Utara. Beberapa di antara mereka juga berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk memperdalam kompetensi akademik dan spiritual.
Wisuda angkatan pertama ini menjadi tonggak penting bagi STT Sehati Malinau sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang terus berkembang. YPPSDM menegaskan komitmennya untuk memperkuat kurikulum, meningkatkan kualitas tenaga pengajar, serta memperluas jaringan kerja sama dengan institusi lain demi mencetak lulusan yang unggul dan berkarakter.







